09
Jun
09

Netiket dan Curhat Colongan

Setelah kasus prita mulyasari yang sempet hot beberapa waktu lalu -sampai sekarang mungkin- dan berbekal sedikit pengalaman (jahhaha) menjelajah blog-blog dan situs-situs lainnya, saya jadi ingin tau tentang UU ITE dan netiket-netiket yang harusnya sudah umum diketahui para peselancar dunia maya.

Googling dengan keywords UU ITE langsung mengarahkan saya pada link download UU ITE. Wahh, pertanda baik kah semua orang akan berhati-hati dalam bertukar informasi? Setelah saya download, ngg, membaca saja sulit, hehe. Aduh rasanya malas sekali membaca pasal demi pasal. Pertanda baik tersebut berubah menjadi pertanda yang biasa-biasa saja (haha). Trend sesaat karena kasus Ibu Prita mungkin. Yah setidaknya orang akan berhati-hati jangan sampai kasus Ibu Prita atau yang serupa dengan itu terulang kembali.

Hmm. Sebenarnya yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini adalah kekesalan saya pada komentar-komentar kurang sopan di blog-blog atau situs berita atau apapun yang menyediakan fasilitas pendukung adanya komentar-komentar tersebut. Dan malah biasanya ditulis dengan identitas yang tidak jelas. Seperti lempar batu sembunyi tangan (haha. ingat belajar peribahasa waktu SD). Seberapa jauh sih sebuah komentar pedas atau kasar itu diperbolehkan? Jawabannya mungkin bisa dicari di netiket. Setelah googling juga tentang netiket, sampailah saya pada sebuah slide show dengan judul netiket dan cyberbully Fasilkom UI (izin kutip ya Pak Enda Nasution). Poin yang paling menarik buat saya pada slide ini adalah etika di cyberspace tidak lebih rendah daripada di dunia nyata dan ingat bahwa kita berbicara dengan manusia. Jadi? Yaa.. saya tidak menyalahkan orang-orang yang berkomentar kurang enak, kasar, atau tidak memberi identitasnya, tapi jangan lupa kalau berinternet pun ada etikanya. Jangan karena tidak terlalu kenal dan tidak akan bertemu orang yang dikomentari, atau tidak akan ketahuan siapa yang menulis komentar tersebut kita jadi seenaknya saja. Buat yang dikomentari secara pedas jangan terpancing emosi, jangan memberi kepuasan kepada para bullies kalau kata slide tadi.

Okee. Itu saja hasil rasa penasaran saya hari ini. Kalau saya pernah melakukan ketidaksopan dalam berkomentar atau lainnya, mohon dimaafkan yaa.. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hal-hal yang terjadi di sekitar kita.

Tips dari saya: kalau mau komentar kasar di dalam hati saja. Hehe.

09
Jun
09

EYD

Terpikir untuk mengganti gaya bahasa saya di blog ini sesuai dengan EYD (walaupun ga se-EYD itu sih). Kita cinta bahasa Indonesia kaan?? Hehe.

18
Apr
09

Apapunlah.

Ga suka kaya gini. Ga sukaa pokoknya ga sukaaa.

17
Apr
09

How people change

Orang berubah. Wajar karena segala sesuatu berjalan dinamis. Ada masa lalu, ada perjalanan, dan ada masa depan. Tapi seberapa besar perubahan itu mengubah seseorang? Mungkin jawabannya adalah sebesar resultan antara gaya tarik masa lalu dan masa depan. Masa lalu yang kuat membuat orang sedikit berubah. Masa depan yang menarik membuat orang banyak berubah. Perubahan itu netral. Kadang baik, kadang buruk. Banyak orang takut untuk berubah karena kenyamanan di masa lalu yang membuat pengharapan akan masa depan yang sama. Tapi banyak juga orang yang ingin berubah karena ketidakpuasan akan masa lalu. Keinginan akan perubahan ini seharusnya hanya pada hal-hal yang baik saja. Pada umumnya semua orang bisa menyadari hal tersebut dengan mengikuti hati nuraninya masing-masing bahwa perubahan ke arah yang lebih buruk seharusnya tidak boleh terjadi dan dapat dihindari. Tapi kenapa masih bisa terjadi perubahan buruk itu? Lagi-lagi jawabannya masih bersifat kemungkinan. Mungkin adanya toleransi terhadap hal-hal yang kurang baik bisa berubah menjadi perubahan yang buruk. Sedikit kita melakukan toleransi untuk hal yang buruk, maka akan ada sedikit perubahan buruk itu pada diri kita. Begitu seterusnya. Sampai toleransi-toleransi itu tak lagi disadari sudah menjadi perubahan dan membuatnya menjadi biasa dilakukan. Kita menjadi tak lagi menyadari bahwa hal itu buruk atau bahkan lupa pernah menganggap sangat buruk. Bagaimana untuk bisa menyadari perubahan buruk? Itulah guna masa lalu. Untuk melihat apakah kita saat ini sudah menjadi lebih baik? Atau tetap? Atau bahkan lebih buruk? Kenapa bisa lebih buruk? Coba ingat, mungkin ada beberapa hal kecil yang kurang baik telah kita tolerir untuk dilakukan.

Perubahan itu harus ke arah yang lebih baik. Ayo belajar bersama-sama untuk membiasakan diri tidak menoleransi keburukan sekecil apapun! Sulit tapi mungkin dilakukan. Mulai hari-hari baru untuk jadi lebih baik!

31
Mar
09

Alhamdulillah..

Dua minggu lalu gw balik ke rumah karena ade gw ketabrak motor. Pas lagi di rumah sakit dan ngobrol sama mama, mama cerita tentang sepupu gw yang masi kelas satu SD.

Mama : teh, Shafa pinter deh..

Asti : Kenapa emangnya ma?

Mama : Waktu pas maen ke rumah, trus mau pulang, tiba-tiba dia ngomong sendiri pelan: “bawaan kakak berat.. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah..”

Asti : …

Gw malu. Gw bawa buku tebel ke kampus ngeluh, dapet tugas banyak ngeluh, capek atau sakit sedikit ngeluh, ahh pokoknya banyak ngeluh deh. Kalah sama anak SD. Aduh.. Padahal orang yang bersyukur kan akan ditambah rezekinya sama ALLAH. Ayo mulai sekarang janji ga banyak ngeluh dan slalu bersyukur!

20
Mar
09

Pelajaran.

Ini pelajaran. Tentang berharganya detik-detik waktu. Bukan tambahan pengalaman kegagalan.

Alhamdulillah…

11
Mar
09

Impedansi – Tugas 4 EL2246

Impedansi

Impedansi sama seperti resistansi, yaitu dapat diartikan sebagai hambatan. Namun, resistansi merupakan hambatan murni yang terdapat pada resistor, sedangkan impedansi merupakan hambatan yang tidak murni karena dipengaruhi oleh kapasitas elektron (C).
Sehingga rumus impedansi adalah sebagai berikut:
Z = R + jX
dengan x adalah reaktansi (efek imajiner yang ditimbulkan akibat adanya induktor dan kapasitor).

Seperti halnya resistansi, pada impedansi juga berlaku hukum ohm, v = i . z, dan perhitungan kombinasi impedansi sama dengan kombinasi resistansi yaitu: untuk seri : zs = z1 + z2 + … + zn, dan untuk paralel : 1/zp = 1/z1 + 1/z2 + … + 1/zn.

Berapakah impedansi earphone, headphone, dan speaker?

Impedansi pada tiap peralatan listrik berbeda-beda. Speaker memiliki impedansi rata-rata sebesar 6-8 ohm. Earphone pada umumnya memiliki impedansi 16 ohm. Sedangkan rata-rata headphone yang digunakan memiliki impedansi 32 ohm.

Apa yang terjadi jika 2 earphone di paralel??

Ngg. Gimana ya? kayaknya buat jawab pertanyaan ini harus tau dulu cara kerja earphone. Dan berhubung setelah browsing sana sini ga ketemu juga, saya putuskan untuk memukul rata cara kerja headphone, earphone, dan speaker.
Untuk bisa menghasilkan suara, earphone harus ngubah getaran listrik jadi getaran suara. Di dalamnya terdapat magnet dan kumparan yang dihubungkan dengan membran audio. Kalo kumparan ini dialiri arus AC, kumparan akan menggetarkan membran audio tersebut.
Nah, sekarang baru kita hubungin sama rumus-rumus impedansi. Berdasarkan rumus diperoleh bahwa jika earphone diparalel, maka impedansinya akan menurun, dengan impedansi yang menurun, power yang dihasilkan akan meningkat sehingga menyebabkan arus listrik juga meningkat. Dengan arus yang meningkat, kumparan tadi akan menggetarkan membran lebih kuat sehingga suara yang dihasilkan akan lebih kencang. Gitu ga ya??

Trus  penurunan daya akibat paralel itu gimana?

Penurunan daya jika earphone paralel adalah sebanding dengan total impedansinya. Dua buah earphone yang sama jika dipararelkan maka impedansi totalnya sesuai dengan rumus 1/Zp = 1/Z1 + 1/Z2  adalah ½ Zp. Sehingga daya (P) akan mengalami penurunan sebesar 1/2 P awal.

*Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam postingan ini. Sangat ditunggu koreksinya. Trimakasi..*

Makasi buat Adhipta dan Kenny. Ngebantu banget..
Dibantu juga sama referensi2 ini:

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071002020507AAEbovJ
http://www.hometoys.com/htinews/feb04/articles/polk/impedence.htm
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Pengenalan_Wajah_Komponen_Elektronika#Speaker
http://www.practical-home-theater-guide.com/headphones.html

11
Mar
09

Mendadak liburan

Libur 3 hari kemaren lumayan banget. Lumayan sukses bikin betis kenceng.

Jumat, 6 Maret 2009

Kunjungan Industri LPSK&E ke Toyota Karawang.

Untuk kedua kalinya setelah dulu sempet KI bareng anak2 TI 2006. Tapi sekarang lebih berasa aja soalnya pas banget di kelas sisprod bahas JIT sama Kanban System.

Villa Yoan, Kota Bunga Puncak.

Seru. Seru. Seru. Seneng  bisa bareng keluarga PSKE menghabiskan malam2 puncak yang dingin *haha*. Maen tebak lirik, BBQan, maen kembang api, jalan2 keliling komplek villa. Seneeeenng..

Sabtu, 7 Maret 2009

Kebun Raya Cibodas, Puncak.

Capek. Jalan berjuta2 kilometer *he* buat nyari air terjun. Tapi akhirnya bisa ketemu juga air terjunnya. Trus seneng. Trus foto-foto yang banyak di air terjun.

Minggu, 8 Maret 2009

Islamic Book Fair 2009, Senayan.

Gara-gara orang rumah udah pada ke book fair hari sabtu kemaren, gw jadi pengen dan mutusin buat pergi kesana langsung dari bandung. Pake bikin 2 plan: 1-naek kereta ke gambir, trus lanjut transjakarta ke senayan, 2-naek baraya ke sarinah trus lanjut transjakarta. Dan gagal semua setelah papa ngasi rute yang lebih deket: naek city trans sampe semanggi trus tinggal nyebrang ke gelora bung karno. Akhirnyaa.. nyampe dan sukses keliling2 walaupun cuma beli satu buku *hehe*.

Rumah Tante Tuti, Serpong.

Banyak sodara2, pada abis arisan keluarga. Huaa. Seneng bisa kumpul2. Berasa liburan banget jadinya.

Seneng banget akhirnya bisa kluar dari kungkungan tugas-laporan dan kawan2nya. Walaupun abis itu tugas2 laennya menunggu..

Pengen libur lagiii..

27
Feb
09

Ingetin diri sendiri.

Ayo dong Ti..

Jangan maen2 mulu..

Jangan sering2 mesbuk ceting atau iseng2 laennya..

Jangan nyerah sama ngantuk gara-gara liat kasur..

Jangan tidur mulu..

Jangan nurutin males..

Jangan ntar-ntar-in tugas..

Jangan deadliner..

Jangan janji-janji palsu aja mau jadiin semester ini lebih baik dari sebelumnya..

Jangan nyerah sama keadaan..

Jangan nyalahin waktu kalo terasa cepet banget dan banyak yg belom dilakuin..

Jangan pesimis..

Ayo dong..

Bisa kok..

Bisa..

InsyaALLAH bisa..

Amiiiinn..

27
Feb
09

Komentar tentang SPP

Menurut gw jam-jam kuliah SPP-Sistem Pengembangan Produk selalu menarik banget. Seneng aja denger cerita-cerita Pak Budi Prihartono tentang produk ini itu. Kenapa? soalnya gw sebagai konsumen juga sering “terjebak” strategi2nya para produsen. Haha. Jadi lucu sekaligus terkagum-kagum dengernya. Sebelumnya ga kebayang aja sampe sedetail itu yang dipikirin penghasil produk supaya produknya diterima dan diinget masyarakat.

Kenapa gw nulis postingan tentang ini ada ceritanya loh. Tiba-tiba gw ngeluarin ngemengan tentang segmenting-targeting-positioning ke temen gw yang nanya saran buat dapetin cewek. Haha. Bener-bener tiba-tiba keingetan gara-gara baru belajar tadi. Kayaknya dia juga heran tiba-tiba gw bisa ngomong kayak gitu.Gw bilang aja baru belajar, siapa tau sukses, nah gw bisa buka jasa consulting kan. Hehe.

Ga lama dari kejadian itu gw punya cerita tentang Indomie goreng. Karena satu faktor ketidaksengajaan, gw bikin mie goreng dengan cara yang salah. Sebel banget gw. Udah dari kemaren2 pengen makan mie goreng yang kayak gw rencanain ga taunya gagal *penting banget ngerencanain makan indomie*. Tapi gw makan aja. Ga tau nya masih enak. Haha. Keren abis. Indomie positioning nya oke banget. “Indomie Seleraku” itu terbukti lohh. Kayaknya kalo gosong juga masih enak deh.. *malah promosi*

Kesimpulannya: gw suka kuliah yang banyak ceritanyaaa.. *kesimpulan yang ga menyimpulkan apa-apa sama sekali*