Arsip Bulanan: April 2009

Ga suka kaya gini. Ga sukaa pokoknya ga sukaaa.

Orang berubah. Wajar karena segala sesuatu berjalan dinamis. Ada masa lalu, ada perjalanan, dan ada masa depan. Tapi seberapa besar perubahan itu mengubah seseorang? Mungkin jawabannya adalah sebesar resultan antara gaya tarik masa lalu dan masa depan. Masa lalu yang kuat membuat orang sedikit berubah. Masa depan yang menarik membuat orang banyak berubah. Perubahan itu netral. Kadang baik, kadang buruk. Banyak orang takut untuk berubah karena kenyamanan di masa lalu yang membuat pengharapan akan masa depan yang sama. Tapi banyak juga orang yang ingin berubah karena ketidakpuasan akan masa lalu. Keinginan akan perubahan ini seharusnya hanya pada hal-hal yang baik saja. Pada umumnya semua orang bisa menyadari hal tersebut dengan mengikuti hati nuraninya masing-masing bahwa perubahan ke arah yang lebih buruk seharusnya tidak boleh terjadi dan dapat dihindari. Tapi kenapa masih bisa terjadi perubahan buruk itu? Lagi-lagi jawabannya masih bersifat kemungkinan. Mungkin adanya toleransi terhadap hal-hal yang kurang baik bisa berubah menjadi perubahan yang buruk. Sedikit kita melakukan toleransi untuk hal yang buruk, maka akan ada sedikit perubahan buruk itu pada diri kita. Begitu seterusnya. Sampai toleransi-toleransi itu tak lagi disadari sudah menjadi perubahan dan membuatnya menjadi biasa dilakukan. Kita menjadi tak lagi menyadari bahwa hal itu buruk atau bahkan lupa pernah menganggap sangat buruk. Bagaimana untuk bisa menyadari perubahan buruk? Itulah guna masa lalu. Untuk melihat apakah kita saat ini sudah menjadi lebih baik? Atau tetap? Atau bahkan lebih buruk? Kenapa bisa lebih buruk? Coba ingat, mungkin ada beberapa hal kecil yang kurang baik telah kita tolerir untuk dilakukan.

Perubahan itu harus ke arah yang lebih baik. Ayo belajar bersama-sama untuk membiasakan diri tidak menoleransi keburukan sekecil apapun! Sulit tapi mungkin dilakukan. Mulai hari-hari baru untuk jadi lebih baik!