
Judul buku: Ways To Live Forever, Setelah Aku Pergi
Penulis: Sally Nicholls
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 214
Ways to live forever adalah catatan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun pengidap leukimia bernama Sam. Sam yang divonis dokter tidak lama lagi hidupnya, ‘bersekolah’ di rumah dengan seorang temannya yang juga mengidap kanker, Felix, dan guru mereka yang bernama Miss Willis. Miss Willis memberikan Sam dan Felix tugas menulis tentang apapun. Sam menyukai fakta-fakta dan memiliki keingintahuan yang besar tentang hantu, UFO, dan kematian. Dalam catatannya, ia membuat daftar keinginan-keinginan yang menurutnya tak mungkin terwujud seperti naik balon zeppelin, naik eskalator turun dan turun dengan eskalator naik, mencetak rekor (yang akhirnya diwujudkannya dengan membuat club terkecil di dunia, yaitu di dalam lemari!), dan keinginan lainnya. Tanpa ia sangka keinginan-keinginannya tersebut semuanya terwujud satu per satu.
Sam tidak pernah mengeluhkan penyakit yang dideritanya. Ia lebih banyak memikirkan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang dikumpulkannya dalam ‘daftar pertanyaan-pertanyaan tak terjawab’ seperti:
Bagaimana kita tahu kita sudah mati?
Kenapa Tuhan membuat anak-anak jatuh sakit?
Sakitkah kalau mati?
Seperti apakah kelihatannya orang yang mati? Atau apa rasanya?
Kenapa sih orang mesti mati?
Kemana orang pergi setelah mati?
Apakah dunia masih ada setelah aku mati?
Saat yang paling mengharukan adalah saat sahabatnya yang menjadi satu-satunya teman ’sekolah’nya meninggal dunia. Sam kecil merasa kehilangan dan sangat ingin melihat jenazah Felix. Semula ibunya tidak mengizinkan karena sakitnya semakin parah, namun akhirnya Sam dan Granny, neneknya, pergi ke pemakaman untuk melihat Felix terakhir kalinya.
Buku ini mengingatkan kita pada kematian, yang bisa datang kepada siapa saja, kapan saja, terduga maupun tidak terduga. Melihat Sam yang begitu menerima kematiannya membuat semua yang membaca buku ini akan mengaguminya dan ikut merasakan kesedihan orang-orang disekitar Sam. Sebuah bagian yang sangat menyentuh adalah saat ayahnya yang biasanya tampak acuh dan berusaha bersikap sebiasa mungkin terhadap Sam seolah-olah tidak terjadi apa-apa menangis dan memeluknya karena bermimpi Sam akan meninggalkannya.
Ways to live forever benar-benar akan menguras air mata pembacanya…